Bacaan Kedua: Progresnya Berapa Persen
Tahun ini cuma berniat "mau baca" tanpa ada goals seberapa banyak buku yang harus selesai. Pastinya semakin tua, makin sadar diri bakal memilih buku dengan bahasa yang sesuai dengan levelku. Daripada nggak kebaca, ya kan?
Cerita sedikit soal buku yang nggak kebaca, aku pernah beli buku Ranah 3 Warna karyanya kak Ahmad Fuadi kelas 5 SD waktu itu. Padahal buku Negeri 5 Menara aja belum pernah baca, HAHAHAH begini nih orang yang lucunya natural. Akhirnya buku itu disimpen doang dan baru dibaca waktu kuliah dan akhirnya bisa menyelesaikan 500+ halaman. Bangga banget rasanya dan dengan bodohnya buku itu di preloved sampai ke Padang karena bingung mau disimpen di mana. Daan masih banyak buku-buku lain yang cuma dibeli dan belum kelar dibaca di rumahku. Bahkan, novel waktu ikutan challenge Ramadan Ceria tahun 2023, bukunya belum kelar loh sampe sekarang WKWKWKWK. Yah, itulah akibatnya memilih buku yang nggak sesuai levelnya.
Awal tahun ini karena beberapa kali liat story instagram temen yang lagi main ke Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan Kota Blitar, aku jadi tertarik buat mengintip kayak apa di dalemnya. Walau belum keseluruhan dijelajahi, aku mulai jatuh cinta setelah ketemu satu buku yang judulnya Progresnya Berapa Persen karya Soraya Nasution hasil rekomendasi dari temen. Novel fiksi bergenre citylite tentang kehidupan usia 20 tahun ke atas yang kerja di kantor konsultan konstruksi (?). Intinya tentang mas/mbak jurusan teknik sipil, perencanaan wilayah kota, dan arsitektur itu bersatu. Kayaknya itu karya wattpad yang dijadiin novel.
Bagiku novelnya seimbang antara pekerjaan dan romancenya, setiap pemainnya bisa profesional walaupun cinlok di tempat kerja. Kalau berharap ada drama-drama pekerjaan kacaw gara-gara cinta, di sini nggak ada. Dewasa dan profesional, tapi pasti dalam kehidupan nyata itu bakal susah (sepertinya ya bes, hehe maaf karena nggak pernah jadi korban cinlok).
Bahasa yang dipakai juga mudah banget dipahami karena kebanyakan pakai bahasa informal, anak gaul Jakarta gitu. Gampang, lah. Penggunaan kosa kata di bidang konsultan dan konstruksi juga dijelasin lewat catatan kaki dan jumlahnya nggak banyak. Jadi aman banget bagi yang mau belajar baca dengan bahasa yang mudah dipahami.
Bukunya sangat rekomen bagi yang suka romance dewasa dan nggak berlebihan. Pokoknya bagi yang mau merasakan dicintai om-om 33 tahun, buku ini sangat rekomen wkwk. Waktu baca novel ini juga bibir rasanya ketarik terus, senyum-senyum mulu padahal nggak diajak HEHEHE. 4,5/5!!!
